tinta magnet yang diaplikasikan pada kertas dan tertarik oleh magnet

Tunjukkan Nasionalisme, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Sulap Pasir Besi Menjadi Pelindung Keaslian Dokumen Penting Milik Negara

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah diresmikan pada tahun 2015. Tentu hal ini dapat meningkatkan persaingan masyarakat ASEAN di berbagai bidang khususnya bidang ekonomi. Persaingan-persaingan yang terjadi memicu tidak pemalsuan dokumen penting negara. Bahkan telah banyak diberitakan bahwa beberapa universitas di Indonesia membuka layanan penjualan ijazah. Sehingga dibutuhkan solusi untuk mengatasi pemalsuan dokumen penting negara.

pasir besi yang digunakan
pasir besi yang digunakan | Foto koleksi tim

Salah satu solusi dari permasalahan diatas digagas oleh tiga mahasiswa Fisika Universitas Negeri Malang. Penggagagas ide ini antara lain Yunan Amza Muhammad (S1 Fisika 2015) dengan anggotanya Nadiya Miftachul Chusna (S1 Fisika 2014) dan Rosabiela Irfa Andina (S1 Fisika 2014). Kegiatan penelitian ini dibiayai oleh Kemenristekdikti dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) pendanaan 2018 serta didampingi oleh Dr. Sunaryono, M.Si, dosen Fisika UM.

Mereka menggunakan tinta magnet yang dibuat dari pasir besi lokal yaitu dari pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur. Prinsip kerja tinta magnet ini adalah dengan mengaplikasikan tinta magnet diatas kertas dengan metode spin coating ataupun screen printing (sablon) di atas kertas. Setelah tinta terlapiskan diatas kertas, kertas akan dapat ditarik oleh magnet batang.

proses aplikasi tinta magnet diatas kertas
proses aplikasi tinta magnet diatas kertas | Foto koleksi tim

Ide awal dari solusi ini adalah dengan mengubah pasir besi yang biasanya dijual dengan harga yang sangat murah dapat diubah menjadi tinta magnet sebagai upaya pendeteksi keaslian dokumen. Dengan demikian harga jual pasir besi yang sudah berubah menjadi magnet akan semakin meningkat jauh lebih tinggi. Mengingat Indonesia memiliki pantai terpanjang di dunia nomor dua setelah Kanada. Sehingga dari ide ini pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sendiri.

Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang Jurusan Fisika yang dimulai sejak bulan April 2018 yang hingga detik ini terus dikembangkan. Ketua pelaksana penelitian ini, Yunan, mengatakan bahwa dengan hanya 20 gram pasir besi dapat dihasilkan setidaknya sebanyak 100 ml tinta magnetik, sehingga penelitian ini diyakini berpotensi meningkatkan harga jual dari pasir besi pantai lokal. Selain itu penelitian ini juga berkontribusi dalam pencegahan pemalsuan berbagai dokumen di Indonesia.

 

Penulis : Nadiya Miftachul Chusna (Mahasiswa S1 Fisika 2014 Universitas Negeri M

alang)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *