Solar sel organik

Tim PKM-P UM Kembangkan Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) sebagai Energi Alternatif

Data statistik Badan Energi Internasional menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara importir minyak terbesar ketiga di dunia. Pemanfaatan bahan bakar berbasis karbon ini menimbulkan beberapa kekhawatiran seperti bertambahnya polusi udara, emisi karbon dioksida, dan terjadinya efek rumah kaca. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya energi alternatif yang bersifat ramah lingkungan.

Proses Sintesis Larutan Zat Warna
Proses Sintesis Larutan Zat Warna | Foto koleksi tim

Indonesia sebagai negara tropis memiliki energi Matahari yang cukup melimpah. Energi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya energi alternatif yang disebut sel surya. Salah satu teknologi sel surya yang banyak dikembangkan saat ini adalah Dye Sensitized Solar Cells (DSSC).

DSSC merupakan sel surya yang memanfaatkan zat pewarna sebagai sensitizer. Pada awalnya teknologi tersebut menggunakan bahan yang bersifat mudah terkorosi, biaya produksi mahal, dan proses pembuatannya yang sulit. Namun, akhir-akhir ini banyak dikembangkan sistem DSSC yang berbasis bahan alam.

Sumber daya alam hayati yang tersebar di wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan keberadaannya sebagai sumber energi alternatif seperti yang dilakukan oleh tim peneliti sel surya yang terdiri dari Siti Wihdatul Himmah dan kedua rekannya, mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang dengan Dr. Markus Diantoro, M.Si sebagai dosen pembimbing. Penelitian ini mereka lakukan di bawah pendanaan dari PKM-PE DIKTI tahun 2018.

Fabrikasi DSSC
Fabrikasi DSSC | Foto koleksi tim

Sumber daya alam hayati yang dimanfaatkan yakni sayuran dan buah-buahan untuk diaplikasikan sebagai zat warna pada sistem sel surya. Sumber daya alam hayati tersebut mengandung pigmen alami seperti klorofil, antosianin, quercetin, ╬▓-karoten, dan sebagainya.

Sayur bayam dan buah naga dipilih untuk diekstrak sebagai zat warna pada sistem DSSC. Masing-masing bahan tersebut mengandung pigmen klorofil dan antosianin yang memiliki nilai efisiensi cukup tinggi.

Pemanfaatan pigmen alami memiliki banyak keuntungan dikarenakan sifatnya yang mudah terdegradasi oleh lingkungan, tidak memiliki gas buang yang dapat mencemari lingkungan, dan biaya produksi yang rendah. Penggabungan kedua pigmen tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi konversi DSSC. Efisiensi tertinggi sistem DSSC berbasis bahan alam relatif tinggi yakni mencapai 8,0 %. Sistem DSSC dengan efisiensi konversi yang tinggi dapat manfaatkan penggunaannya sebagai teknologi alternatif pengganti sumber daya alam berbasis karbon.

 

Penulis : Siti Wihdatul Himmah

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *