Serai Wangi Tidak Hanya untuk Makanan

Dahulu wilayah Desa Codo, Wajak, Malang sering menjadi langganan darurat DBD (Demam Berdarah Dengue). Hal ini membuat wilayah tersebut sering di-fogging untuk mengurangi dampaknya. Tentunya, efek kimia yang dihasilkan tidak baik untuk kesuburan tanah. Apalagi mayoritas penduduk di Desa Codo berprofesi sebagai petani.

Lalu tercetuslah ide untuk menanam serai wangi di sepanjang tepi jalan. Serai yang banyak ditanam di depan rumah-rumah warga dikelola oleh kader serai untuk dapat dimanfaatkan. Sebagai informasi, tanaman serai mampu mencegah kanker, mengontrol kadar kolesterol, mengurangi bau badan, menjaga kesehatan kulit, pengusir nyamuk, dan sebagai pengendali hama.

“Banyak inovasi yang dibuat yaitu seperti minyak serai, kembang gula serai, permen serai, dan minuman serai,” ungkap Win, anggota kader serai.

Inovasi dari pengolahan serai telah mendapatkan penghargaan se-Malang raya. Hal tersebut menjadikan Codo sebagai daerah pengolah serai. Namun, tidak banyak warga Codo mengetahui potensi desanya. Beberapa serai terlihat tidak terawat dengan baik. Berawal dari masalah tersebut, mahasiswa KKN Codo 2018 UM bekerja sama dengan kader serai, PKK, dan warga mengadakan kerja bakti dan penanaman serai wangi di tepi jalan dan beberapa gang yang berpotensi untuk ditanami serai.

Para mahasiswa juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai manfaat serai, potensi ekonomi, cara sederhana mengolah minuman dari serai serta menunjukkan produk olahan serai. Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mengedukasi warga Codo, supaya lebih mengenal lebih dalam tentang serai. Karena selama ini serai hanya dimanfaatkan sebagai pembangkit cita rasa dalam masakan.

Pelaksanaan kerja bakti dilaksanakan di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan pada 1 Juli 2018 dimulai pukul 07.00 WIB. Pengadaan bibit berasal dari kader serai yang disiapkan sebelumnya oleh mahasiswa KKN UM. Sebelumnya, kegiatan yang sama sudah dilaksanakan di Jalan Imam Bonjol pada 24 Juni 2018. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya warga yang mengikuti kegiatan kerja bakti dan penanaman serai dengan membawa peralatan kebun dari rumah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap serai yang ada di Codo semakin berkembang,” ujar Turiman, warga setempat.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program desa. Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN UM memasang papan-papan slogan tentang serai seperti “Satu Serai Sejuta Manfaat”, “Hijaukan Aku dengan Serai”, dan masih banyak lagi. Karena antusiasme warga yang cukup besar, mahasiswa KKN UM berinisiatif untuk mengkampanyekan serai wangi dalam merintis Desa Wisata Edukasi Serai.

 

Penulis : Via Wulandari (Mahasiswa KKN Desa Codo, Wajak 2018 – Universitas Negeri Malang)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *