Tim PKM-T SMARTCOM UM | Foto. Koleksi Tim

Risih dengan Tumpukan Sampah, Mahasiswa UM Ciptakan SMARTCOM (SMART COMPOSTER)

Di era teknologi digital seperti saat ini mahasiswa harus dituntut berpikir kritis dan menemukan inovasi baru. Tim PKM – Penerapan Teknologi SMARTCOM dari Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Imam Muhtarom, mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin UM 2014 tengah mengembangkan sebuah mesin komposter cepat dengan sistem kendali android untuk menunjang proses produksi kompos menjadi lebih efektif dan efisien. Mesin ini ditujukan bagi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) agar tidak mengalami defisit sampah yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan.
SMARTCOM (Smart Composter) merupakan sebuah alat pembuat kompos (komposter) cepat bertenaga listrik yang ramah lingkungan. Mesin ini bekerja berdasarkan prinsip pembuatan kompos secara aerob yakni pembuatan kompos yang memanfaatkan oksigen dalam proses dekomposisinya. Mesin ini akan menggiling sampah organik rumah tangga menjadi bentuk bubur lalu dicampur dengan tetes tebu (molases) dan dikeringkan dengan elemen pemanas. Sistem kelistrikan mesin akan dikendalikan oleh mikrokontroler yang tersambung dengan perangkat smartphone android yang memungkinkan operator dapat mengendalikan mesin dari jarak jauh. Tim ini beranggotakan Ahmad Syafi’i (Pendidikan Teknik Mesin 2014), Risky Kristianto (Pendidikan Teknik Mesin 2017), Fauzi Andi Finzaqi (Pendidikan Teknik Elektro 2017), dan Ayik Bela Saputra (Pendidikan Teknik Mesin 2014).
Ketua tim, Imam, menjelaskan bahwa ide ini digagas berdasarkan permasalahan banyaknya sampah organik dapur rumah tangga kota besar yang tidak terolah dengan baik hingga terjadi defisit sampah di TPST. Akibatnya sampah organik menumpuk, membusuk, dan menjadi sarang penyakit bagi lingkungan tersebut. Padahal apabila sampah organik terkelola sempurna, mampu diubah menjadi kompos yang memiliki nilai ekonomis.
Tim SMARTCOM dibawah bimbingan dosen Teknik Mesin UM, Drs. Imam Sudjono, M.T. ini merupakan hasil dari PKM-T yang didanai KEMENRISTEK DIKTI. Para inovator berharap adanya alat ini mampu meningkatkan produktivitas kompos di TPST sehingga dapat berpengaruh terhadap perekonomian tempat tersebut. Selain itu, tim SMARTCOM juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu berfikir inovatif terhadap sampah – sampah organik di sekitar mereka. Sebab, hal sepele semacam sampah juga dapat bermanfaat apabila berada di tangan orang – orang kreatif dan peduli terhadap lingkungan.

 

Penulis : Imam Muhtarom (Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin UM)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *