Pengujian Anti Bakteri

Mahasiswa UM Ungkap Manfaat Pasir Besi Pantai Sebagai Agen Pembunuh Bakteri

Permasalahan lingkungan sekarang ini perlu mendapat perhatian khusus karena menyebabakan banyak dampak bagi kehidupan. Salah satunya berkaitan dengan bakteri. Bakteri sangat berbahaya bagi kesehatan manusia bahkan dapat menyebabkan kematian. Penanganan saat ini terhadap masalah bakteri menggunakan bahan kimia. Sedangkan penggunaan bahan kimia yang terus menerus akan menyebabkan permasalahan lingkungan baru dan bahkan menyebabkan bakteri lebih resisten (bertahan). Hal ini menjadi dasar bagi mahasiswa Fisika Universitas Negeri Malang, yakni Deny Arista, Aulia Rachmawati, dan Nurlailul Ramadhani yang dibimbing oleh Bapak Dr. Ahmad Taufiq, M.Si, dosen Fisika UM untuk memberikan sebuah inovasi baru mengenai agen anti bakteri yang murah dan ramah lingkungan yang diikutkan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang penelitian.

“Pasir besinya dijadikan serbuk magnetik berukuran nano yang dapat digunakan sebagai agen anti bakteri yang efisien,” ungkap Aulia, salah satu anggota tim.

Larutan Uji Anti Bakteri
Larutan Uji Anti Bakteri | Foto koleksi tim

Inovasi idenya yaitu menggabungkan partikel magnetik dengan Titanium dioksida yang mampu meningkatkan potensi anti bakteri karena Titanium dioksida yang berada pada sel mikroorganisme akan menyebabkan bakteri terbunuh melalui reaksi fotokilling (pembunuhan mikroba dengan memanfaatkan cahaya). Manfaat selain mendapatkan agen anti bakteri, yakni akan meningkatkan nilai guna pasir besi di Indonesia.

Dalam penelitian sebelumnya oleh Chen pada tahun 2008 menyebutkan bahwa penggabungan magnetit dengan titanium dioksida dapat menghambat pertumbuhan bakteri.  Manfaat selain mendapatkan agen anti bakteri, yakni akan meningkatkan nilai guna pasir besi di Indonesia.

Produk yang didapatkan dari penelitian ini yaitu material anti bakteri yang ampuh membunuh bakteri.  Penelitian material anti bakteri ini akan dilakukan oleh mahasiswi fisika ini dalam satu minggu ke depan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UM untuk menghadapi monev (monitoring dan evaluasi) eksternal PKM UM didanai DIKTI pada 20 Juli 2018. Penelitian ini telah bergabung dalam International Conference on Condensed Matters and Advanced Materials (IC2MAM) 2018 dan sudah mendapatkan Accepted dari reviewer.

Menurut Nurlailul Ramadhani salah satu anggota tim, pengembangan lebih lanjut untuk dijadikan material tambahan dalam  campuran sabun, salep, dll. akan dilakukan setelah menghadapi monev eksternal jika ada kesempatan dalam PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) mendatang.

 

Penulis : Deny Arista (Mahasiswa S1 Fisika 2014 Universitas Negeri Malang

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *