Mahasiswa dan Ibu PKK Ngajum serta hasil karya limbah bambu. @koleksi tim

Mahasiswa KKN UM Bantu Peningkatan Ekonomi Ibu-ibu PKK Ngajum dengan Limbah Bambu

Sebagian masyarakat Dusun Petungroto, Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang memanfaatkan bambu menjadi biting (tusuk) untuk disetorkan ke pengepul biting di Wajak, Kab. Malang. Dimana harga per 1.000 biting dihargai 9ribu sampai 10ribu rupiah.

Proses pembuatan biting ini dilakukan setiap hari oleh warga dari pagi hingga sore, bahkan sebagian warga ada yang mengerjakan hingga larut malam.
Bambu untuk pembuatan tusuk tidak sembarangan, mereka memilih bambu yang besar dan berkualitas.

Teguh selaku Kasun (kepala dusun) Petungroto mengatakan, “Jika bambu tidak besar dan berkualitas, nanti hasil yang didapat tidak seberapa juga.”

Pencarian bambu tidak terlalu sulit karena di hutan sekitar desa masih banyak dijumpai. Akan tetapi warga tidak bisa mengakses dengan berkendara, harus berjalan dan mengambilnya satu demi satu lalu mereka angkut ke jalan dan dikumpulkan di pinggir jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan.

Pembuatan tusuk hanya memanfaatkan batang bambu yang bisa dimanfaatkan sebagai tusuk, sehingga sisanya terbuang sia-sia.

Menurut penuturan Min, salah satu pengrajin biting menyatakan, “Bambu yang digunakan hanya tengahnya saja mbak, sisanya yawis dibuat kayu bakar aja.”

Tambahnya, selain dibuat kayu bakar sisa dari bambu tersebut di buang ke tempat sampah. Banyaknya limbah bambu hasil produksi tusuk yang tidak dimanfaatkan, menjadi tantangan berpikir bagi mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Negeri Malang di Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang bagaimana agar limbah tersebut tidak terbuang sia-sia.

Babadan's Bamboo Craft
Babadan’s Bamboo Craft. Foto koleksi tim

Tepatnya Selasa, 5 Juni 2018, bersama ibu-ibu PKK dusun Petungroto, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memanfaatkan limbah bambu menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai jual tinggi. Mereka mengreasikan limbah bambu menjadi asbak, wadah lilin, pigora/bingkai foto, dll. Dengan penuh semangat, mereka saling berlomba-lomba membuat kreasi menghias hasil olahan limbah bambu tersebut dengan memberi gambar dan tulisan sekreatif mungkin.

Selain berkreasi dengan limbah bambu tersebut, para mahasiswa ini juga memberikan pengalamannya dalam pengemasan produk yang semenarik mungkin agar memiliki daya tarik dan harga jual tinggi. Selain itu, pengalaman dalam hal pemasaran juga mereka bagikan. Pemasaran secara online adalah alternatif penjualan yang tren di jaman sekarang, sehingga penjualannya dapat menembus skala nasional bahkan Internasional. Harapannya ini akan membawa perekonomian warga menjadi lebih baik.

 

Tulisan oleh Mahasiswa KKN UM Babadan, Ngajum, Kab. Malang 2018

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *