Keseriusan adik-adik mengikuti workshop pemanfaatan botol plastik | Foto koleksi tim

KKN UM Manfaatkan Sampah Botol Plastik untuk Media Tanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga)

Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam hal pengabdian yang diberikan kepada masyarakat. Dalam hal ini, Mahasiswa Universitas Negeri Malang menekankan dalam bidang pendidikan dan juga lingkungan. Salah satunya adalah kegiatan untuk mendorong  masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dan  selaras  juga dengan program pemerintah desa yang ingin membangun “Desa Wisata Edukasi” di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang .

Tim KKN UM yang di tempatkan di daerah tersebut dengan  gerak cepat  mengadakan kegiatan yang memanfaatkan sampah botol plastik bekas yang dijadikan  pot untuk menanam  tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) maupun tanaman vertikal lainnya.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 28 Juni 2018 yang bertempat di Kampung Batik, Desa Ngabab dengan dibantu oleh warga sekitar.

Sampah Botol plastik ini cukup terbilang mudah ditemukan di Desa Ngabab sehingga Tim KKN UM berpikiran bahwa media tersebut cocok untuk didaur ulang contoh kecil adalah sebagau pot untuk tanaman.

Peserta workshop media tanam TOGA | Foto koleksi tim
Peserta workshop media tanam TOGA | Foto koleksi tim

“Botol plastik ini cukup tepat untuk dijadikan sebagai pot, kami disini menemukan botol plastik yang cukup terbilang banyak dan besar-besar,” ujar Deris, koodinator tim KKN UM

Sebelum dijadikan sebagai media pot penanaman, Sampah Botol Plastik ini dilukis, digambar dengan nuasa batik khas Indonesia maupun khas desa Ngabab itu sendiri. Bukan hanya Tim KKN UM saja yang  melukis atau mempercantik tampilan botol plastik, tetapi pelukisan tersebut dibantu oleh anak-anak khususnya siswa kelas 3, 4, 5 SD dan  MI yang ada di Desa Ngabab yang  sudah tergabung di kegiatan workshop melukis Batik. Mereka membawa sendiri sampah plastik dari rumah, hal tersebut adalah sebagai bentuk tanggung  jawab dan sadar akan lingkungan mereka agar tetap terjaga kebersihan tanpa adanya sampah.

Dengan bekal mereka yang sebelumnya diberikan pengetahuan tentang batik dan praktik langsung menggambar batik pada saat  Tim KKN UM memberikan penyuluhan di sekolah mereka masing-masing.

“Kami ingin memberikan suatu pengalaman yang lebih untuk mengasah keterampilan membatik bagi anak-anak SD/MI agar menjadi generasi yang mengenal produk ataupun keunggulan di daerah tempat tinggal mereka dan tak  lupa juga mereka harus sadar akan kebersihan lingkungannya,” ujar Susanti, anggota tim KKN UM bidang pendidikan.

Tak ketinggalan juga kreator dari GANTER (kelompok masyarakat yang bergerak di bidang seni desa Ngabab)  juga turut memberikan  materi tentang cara mengaplikasikan cat ke dalam botol pada kegiatan workshop melukis batik.

Tim KKN UM berpikir memilih tanaman  toga maupun  tanaman vertikal  bahwa agar bisa bisa  selaras  juga dengan program pemerintah desa yang ingin membangun “Desa Wisata Edukasi”.  Hal ini dikarenakan edukasi dalam hal kesehatan sangat diperlukan, contoh kecil adalah memperkenalkan tanaman-tanaman yang bisa untuk dijadikan obat.

“Kami memiih tanaman toga ataupun tanaman vertikal, selain tanaman  tersebut dibilang mudah untuk dibudidayakan agar juga dimanfaatkan oleh warga sekitar,” tukas Dimas, salah satu tim KKN Desa Ngabab.

 

Penulis : Deris Lakumau & Dwi Ujianti S. Sugianto (Mahasiswa KKN Pujon 2018 UM)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *