Keren ! Mahasiswa KKN UM Lakukan Revitalisasi Gubuk Sinau

Menurut kalian literasi dan budaya membaca itu penting atau tidak? Sebagian besar masyarakat akan mengatakan bahwa hal itu penting. Sebuah rahasia umum bahwa buku berisikam ilmu atau pesan moral yang dapat menjadi jalan untuk menggapai cita-cita seseorang. Saat ini diperlukan kepedulian berbagai pihak untuk memberikan fasilitas literasi dan dorongan untuk membaca, sebagai wujud gerakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang yang sedang mengabdi di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo melihat adanya gubuk baca di Pantai Perengan yang kondisinya tidak terawat dengan pagar bambu yang sudah tak sejajar, dan buku-buku yang berserakan di raknya. Buku berserakan dapat menjadi indikasi bahwa ada yang datang untuk membaca di tempat tersebut yang diketahui ternyata hasill karya Mahasiswa KKN dari UNMu yang datang sebelum kami dan GEMA/Generasi Mahardika (nama Organisasi Karang Taruna Desa Wonorejo). Kemudian, terbesit di hati dan pikiran kami untuk merevitalisasi dengan maksud dan tujuan mempercantik, memperbaiki, merubah tampilan gubuk agar menjadi nyaman di singgahi untuk membaca. Buah pikiran tersebut kemudian dilaksanakan dengan meminta izin terlebih dahulu kepada kepala desa dan pimpinan GEMA sebagai “pemilik rumah”, dengan semangat beliau-beliau mendukung kegiatan yang kami canangkan.

Foto Sebelum Revitalisasi | Foto koleksi tim KKN

Berbekal izin dan semangat memajukan bangsa, kegiatan revitalisasi kami laksanakan pada saat Ramadan. Meskipun pada waktu berpuasa kami tetap semangat dan bekerja ikhlas demi terwujudnya tujuan program kerja.

Revitalisasi dilakukan dengan memperbaiki pagar yang rusak, memberikan tanaman gantung, menambahkan ornamen-ornamen menarik, membuat tong sampah yang diletakkan di sekitar lokasi, dan tentunya menambahkan buku yang diperlukan oleh masyarakat. Kami membuat tanaman gantung dengan menggunakan sisa botol plastik yang berserakan di bibir pantai sebagai potnya.

Kegiatan ini kita lakukan selama dua hari, dan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Saat kami mencoba membaca di tempat itu, terasa nyaman di hati dan pikiran dengan ditemani angin sepoi-sepoi pantai timur pulau Jawa.

Hasil tersebut menjadi kebanggaan bagi kami, ternyata kami dapat menjadi bagian dari pendukung atas terwujudnya bangsa yang cerdas dengan budaya membaca. Sampai pada saat ini setelah hari raya Idul Fitri kami masih melihat adanya masyarakat yang berkunjuk ke gubuk tersebut. Kami mengajak siswa SDN 01 Wonorejo dan masyarakat melalui GEMA dan kepala desa untuk berkunjung di gubuk tersebut yang di beri nama “Gubuk Sinau”. Kami mengajak pula para pembaca yang berada dekat dengan lokasi gubuk sinau untuk berkunjung dan menikmati fasilitas yang tersedia.

 

Penulis: Muhammad Gilang Hikamsyah
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
Tim KKN Situbondo

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *