Harga BBM Bisa Sama di Seluruh Indonesia Tahun 2017

Jayapura – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum merata di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan, menjadi salah satu perhatian pemerintah. Harga BBM yang tidak merata kerap membuat ekonomi wilayah tersebut stagnan.

PT Pertamina (Persero) mengemban tugas khusus dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjawab masalah tersebut. Dengan konsep program BBM satu harga, Pertamina diharapkan mampu merambah wilayah-wilayah tersebut dengan penyediaan Agen Penyalur Minyak dan Subsidi (APMS), dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Harga-harga di lembaga penyaluran tersebut akan sama dengan wilayah Indonesia lainnya, dengan Pertamina dibebankan menanggung ongkos angkut hingga lokasi SPBU maupun APMS di mana pun berada.

“Jadi BUMN memang harus tetap bisa mencari untung, tetapi kita juga harus bisa berfungsi sebagai agen pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di daerah tertinggal. Salah satu caranya adalah demikian, menyediakan energy cost yang murah, sehingga mereka bisa meningkatkan aktivitas ekonominya. Jadi ini cross subsidi, subsidinya dari Pertamina sendiri,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di sela kunjungannya ke Jayapura, Papua, Senin (17/10/2016).

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang ketika ditemui pada kesempatan yang sama mengatakan, dengan berbagai langkah yang ditempuh Pertamina saat ini, diharapkan pada 2017 mendatang, seluruh wilayah Indonesia dapat merasakan BBM satu harga sama seperti harga nasional.

Hal ini didukung dengan sejumlah investasi yang telah disiapkan Pertamina seperti penyediaan pesawat khusus pengangkut BBM ke wilayah pegunungan, dan penyediaan APMS ke beberapa wilayah terdepan, terluar dan terpencil di Indonesia lainnya.

“Jadi tetap kita konsepnya 3T. Wilayah terdepan, seperti perbatasan di Entikong, Sambas. Dari sisi apapun kalau bisa kita nggak kalah, nggak cuma BBM tapi jalan juga. Lalu wilayah terluar, wilayah Indonesia tapi jauh dari mana-mana seperti di Natuna. Dan ketiga, wilayah terpencil yang nggak ada akses, seperti puncak, Ilaga, Intan Jaya,” jelasnya.

“Papua 2016 ini sudah selesai. Kalimantan cuma di Kaltara (Nunukan dan lainnya). Fokus berikutnya ke Maluku. 2017 bisa BBM satu harga secara nasional,” pungkasnya.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *